1

PASTI

Menanti yang tidak pasti itu getir, berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Tapi yang lebih menyakitkan adalah menjalani sesuatu yang sudah pasti. Pasti tidak bisa bersama.

Menunggu keajaiban-keajaiban yang terjadi. Berharap pada kemungkinan-kemungkinan akan bersama. meski pada akhirnya tahu kemungkinan yang pasti itu adalah perpisahan.

Bagi mereka sang pejuang, tak masalah menjalani keindahan yang akan hidup dalam ingatannya sepanjang waktu.

Menurutku mereka adalah orang yang kuat, terlampau kuat karena cinta itu sendiri. Mampu menantang gravitasi perpisahan. Terbang kemanapun meski pada akhirnya mereka akan jatuh juga.

Mengukir ingatan yang tidak akan bisa hilang sekalipun di gores berkali-kali oleh kenyataan.

Ya, mereka orang yang kuat. Terlampau kuat hingga akhirnya mereka sadar apa yang mereka perjuangkan tidaklah berbuah hasil. Keajaiban itu tidak datang, ah lebih tepatnya tidak berpihak pada mereka.

Tapi yang tersulit dari perpisahan adalah merelakan. Merelakan yang indah itu hanya untuk dikenang saja, dan dibayangi segala hal baik yang tidak bisa berujung manis tanpa ada lagi perjuangan yang melelahkan.

Bahagia berdua tidaklah indah bila harus menyakiti banyak pihak. Betul begitu?

hingga pada akhirnya masih ada sisa dari perjuangan itu, perjuangan untuk ikhlas. dan hanya menyimpan yang lalu sebagai pelajaran (?)

Semoga kamu semua yang sedang berjuang pada satu kepastian yang manis, bukan sebaliknya.

Iklan
0

Ibu..

image

Beberapa hari ini selalu tidur ditemani ibu.. bukan karena kangen atau lagi galau *eh tapi ada kondisi dimana pingin tidur bareng ibu.  Yah alasan sebenarnya karena takut! karena kapan hari tetanggaku meninggal dan aku sempat melihat prosesi pemandiannya.. karena itu jadi ngejer mau tidur sendiri kebayang-bayang mulu.

Dan pada saat itu ibuku bertanya “tumben mau tidur sama ibu”
Ah jleb.. karena semenjak kelas 4SD aku selalu tidur tanpa mau di temani orang tua. Entah lah kata ibuku semenjak aku punya adek aku sudah gak mau tidur bareng ibu.
Pada malam itu aku seperti teman dengan ibuku, aku dan beliau bercerita tgg teman² baruku. Iya aku memang seperti aku saat sd dulu.. kejadian apapun yg ada di kampus entah itu cerita-cerita konyol atau sebuah keluhan² biasa aku cerita pada ibuku..
Kecuali -cinta- halah.. hahahaha gak tau ya selalu saja ada rasa sungkan untuk bercerita. Kadang ibu yang memancing-mancing dan aku sibuk mengalihkan pembicaraan entahlah risih mungkin akunya hehehe..

Kadang aku heran dengan temanku yang dengan ibunya sendiri tidak seperi teman. Yah memang mungkin beda jamannya pas ibu kita masih muda sama jamannya kita. Tapi umur beliau kan juga jauh dari umur kita jadi pasti pengalaman beliau lebih banyak dari kita 🙂
I lope yu mom

Gambar minjem disini