1

PASTI

Menanti yang tidak pasti itu getir, berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Tapi yang lebih menyakitkan adalah menjalani sesuatu yang sudah pasti. Pasti tidak bisa bersama.

Menunggu keajaiban-keajaiban yang terjadi. Berharap pada kemungkinan-kemungkinan akan bersama. meski pada akhirnya tahu kemungkinan yang pasti itu adalah perpisahan.

Bagi mereka sang pejuang, tak masalah menjalani keindahan yang akan hidup dalam ingatannya sepanjang waktu.

Menurutku mereka adalah orang yang kuat, terlampau kuat karena cinta itu sendiri. Mampu menantang gravitasi perpisahan. Terbang kemanapun meski pada akhirnya mereka akan jatuh juga.

Mengukir ingatan yang tidak akan bisa hilang sekalipun di gores berkali-kali oleh kenyataan.

Ya, mereka orang yang kuat. Terlampau kuat hingga akhirnya mereka sadar apa yang mereka perjuangkan tidaklah berbuah hasil. Keajaiban itu tidak datang, ah lebih tepatnya tidak berpihak pada mereka.

Tapi yang tersulit dari perpisahan adalah merelakan. Merelakan yang indah itu hanya untuk dikenang saja, dan dibayangi segala hal baik yang tidak bisa berujung manis tanpa ada lagi perjuangan yang melelahkan.

Bahagia berdua tidaklah indah bila harus menyakiti banyak pihak. Betul begitu?

hingga pada akhirnya masih ada sisa dari perjuangan itu, perjuangan untuk ikhlas. dan hanya menyimpan yang lalu sebagai pelajaran (?)

Semoga kamu semua yang sedang berjuang pada satu kepastian yang manis, bukan sebaliknya.

Iklan
3

Catatan kecil itu perlu.

Notes

Sebelum menulis blog ini aku cukup sering kecipratan ide ide nulis blog waktu di tengah jalan, tapi gara-gara kondisi ingatanku yang mirip jajan pasar alias nggak tahan lama akhirnya idenya cuman menguap deh di atas kepala. Tapi meskipun nggak ada ide tetep bisa nulis blog ini sih, eh tapi ini kan termasuk ide (halah mbulet).

Jadi gini ceritanya gara-gara ide yang sering nguap itu aku berinisiatif beli notes kecil, sebelumnya notesku gede-gede kayak buku tulis gitu, (maklum buat nyoret-nyoet tugas kantor) nah giliran di tengah jalan ada ide aku langsung ngelurain notesku dan nulis, cuman kok nggak efektif ya di tengah jalan ubek-ubek tas cari bolpoin. Akhirnya aku berpindah ke notes hape, cukup simple sih cuman penuh resiko.

soalnya menurut pengalamanku aku ketika berhenti di tengah jalan aku kecetus ide buru-buru ngelurain hape eh hapenya jatuh dan mecotot bak mozaik yang harus di rangkai.

Sampil pasang wajah panik imut aku langsung turun dari motor dan mengambil batrai, hape dan kartu memori kemudaian sambil melihat timer lampu merah aku cepet-cepet nyusun tuh hape sampe hidup dan wataaaa~~ tadi ideku apa ya. sambil di liatin orang di jalan  aku cuman bisa nutup kaca helm dengan wajah malu.

Balik lagi ke notes, ternyata notes kecil juga nggak efektif yang efektif itu kalau kita lagi dibonceng pacar terus kecetus ide pasti nggak bingung nulisnya gimana, tapi ngomongin pacar kayaknya nggak berlaku buatku *sobekin notes penuh dramatis*