1

Ayo Dipilih.. Dipilih..

Ayo dipilih-dipilih ada yang muda, ada yang tua, ada yang tajir ada yang pinter, monggo dipilih gratis.. gratis.. cuman ada bulan april besok!

parpol

Pesta baliho, spanduk, dan umbul-umbul akan segera dimulai, memasuki pemilu tahun 2014 kalian readers udah punya gambaran belum mau memilih siapa?

Karena hak pilih kalian akan ditunggu bulan depan, nah! yang udah pengalaman ikut pemilu periode lalu kayaknya udah mateng nih buat milih siapa-siapa yang dipercaya untuk menjadi walinya di kursi pemerintahan.

Tapi bagi newcomers kayak aku ini yang (agak) kebingungan buat milih siapa yang bisa aku percaya untuk menjadi waliku di kursi pemerintahan. Meski sepanduk dan berbagai bentuk pemilu pencitraan udah banyak kesebar di jalan-jalan aku juga masih bingung mau milih siapa, maunya sih gak golput, tapi tak kenal maka tak chayank.

Cukup sering sih mantau tv and now I know banyak capres yang keren, dan unik yang bikin aku ngelirik “siapa sih dia”. Aku lihat banyak capres muda udah mulai memerkan taring siap mengoyak *halah* birokrasi yang lelet, atau sudah punya senjata pamungkas untuk merubah hal-hal yang menurut mereka kurang benar di dunia politik tanah air.

Cuman aku masih cukup buta siapa diantara mereka semua yang paling special menurutku, aku hanya lihat beberapa orang keren itu di wilayah lain, bukan wilayahku. Namun, aku yakin banget di area dapilku juga ada orang kerennya, cuman aku belum tahu aja. terlalu kuper kali didalam rumah atau, kurang wawasan aja. *nunduk malu*

Emmm, tapi menurut kalian kampaye itu perlu nggak sih? Nempel-nempelin nama disini situ, hanya untuk membuat orang sesekali melirik dan sok kenal. Dari ajang kampanye itu kita kan jadi tahu siapa caleg yang sudah siap dipilih april besok, entah stategi mereka dengan nempelin spanduk, lala yeyeye, blusukan, atau pencitraan di sosial media. Tapi tanpa adanya kampanye, kita sebagai calon pemilih kan jadi makin bingung mau memilih siapa, janji perubahannya gimana, dan janji-janji manis yang lainnya yang selalu ditunggu mampir saat kampanye.

Nyatanya kita ini orang-orang yang suka di kasih janji-janji manis loh! misal dijanjiin pacar mau diajak keliling dunia, di janjiin gak akan selingkuh, setia sampe mati *halah*. suka aja kan di janji-janjiin. Kalau nggak kekabul ya mungkin belum jodoh, ya pemerintah gak jauh-jauh  juga kan dari janji-janji mantan.

Banyak orang yang bilang kampaye itu bulshit cuman umbar janji dan sebagainya, that’s thrue banyak para wakil rakyat yang akhirnya melenceng dari janjinya. Banyak yang melenceng dari kata-kata “bersih anti korup” dan lain-lain. Tapi nggak semua kayak gitu juga kan?,

Dari kampanye itu aku jadi penasaran tiap ngelirik jalanan ada website yang dicantumin caleg di tiap balihonya atau media apapun yang sekiranya bisa dikepoin. siapa tahu dengan begitu jadi lumayan tahu lah bagaiamana caleg yang nampang namanya di kertas pemilu nanti. Tapi gak cuman ngiklan, aku sih lebih penasaran bagaimana pemikiran caleg-caleg ini untuk menanggapi isu publik dan pemerintahan yang ada, bukannya ngeksis iklan doang di jalanan dan televise. But, media Indonesia kayaknya lebih tertarik untuk mengiklankan caleg daripada bikin acara debat argumen.

Jadi gimana udah punya pilihan belum?

pemilu 9 april 2014

7

Udah boleh bilang kangen banget?

Aku rindu pada deratan meja yang membentuk kotak dengan celetukan ringan dari penghuni di kanan kirinya

Aku rindu sapaan hangat dari teman atau rekan jauhku, yang punya deadline menggila di beberapa sudut ruangan ini

Aku rindu mendengarkan kisah melankolis atau hiperbola dari beberapa rekan segilaku

Aku juga rindu sakit hatinya di PHP Manager Artis di saat waktu masih kekeh berlari.

 

Hm.. baru beberapa minggu aku meninggalkan kantorku yang punya jam kerja asik tapi kampret itu hehe, tapi rindunya sudah kerasa saja.

Yah, kadang ketika kita ada di dunia baru pasti akan merasakan dunia lama.. dan ketika dunia baru itu membentuk kenangan menjadi dunia lama, kita pasti akan merindukannya. Yah, seperti saat ini aku rindu dunia lamaku.

Aku seorang wanita berumur 20 tahun (kapan hari yang lalu) dengan embel-embel “mahasiswa” yang menuntut ilmu dan menuntut pemberian gelar SE di salah satu kampus swasta di Surabaya.

Umurku memang baru saja genap, tapi aku merasa sudah genap lebih dulu dari tanggalku hehe. ya ketika umurku belum genap 20 aku adalah seorang gadis yang menuntut gaji di salah satu perusahaan yang (cukup) besar namanya. Masuk dan menjalani kehidupan baru di sana memang nggak mudah, aku harus bersosialisasi lagi dengan orang baru, dengan deadline baru, dan juga dengan suasana dan segalanya yang serba baru.

Di sana aku juga memiliki teman baru yang memiliki usia tak jauh-jauh amat dari aku, dengan gelar Mahasiswanya juga kita sama-sama menuntut ilmu sekaligus gaji disini, aku merasa beruntung bisa menjadi bagian dari keluraga besar tempatku bekerja. Meskipun umur kami sudah tidak bisa dibilang remaja tapi kelakuan kami seperti anak-anak smp-sma yang masih suka dibilang remaja. Ya kami memang harus menjiwai sebagai remaja. Karena kami bekerja untuk mereka, para remaja.

Hidup dengan kekangan waktu kuliah dan kerja sungguh hal yang sulit, aku harus gulung kuming untuk tetap mempertahankan IP 3 dan juga harus tetap mempertahankan deadline kerjaan yang begitu mempesona. Yap sangat mempesona capeknya hehe.

Menyesal? Tidak karena ini pilihan. Aku beruntung bisa mendapatkan teman baru disini, teman yang aku kenal bukan dari circle kampus atau teman rumahku. Kita adalah tim yang suka duka dibagi bersama. Ya jika yang lainnya dari teman berujung pacar kalau aku dan mereka, dari teman berujung keluarga hehe.

Aku masih ingat kadang kami para wanita yang tak tahu jam malam bercengkrama sambil ngedumel ngomongin hal-hal gak jelas di beberapa titik pujasera kantor. Entah membicarakan lelucon, keluhan, atau maslah cinta-cintaan yang tahiknya minta ampun. Ya, kami adalah para penulis yang terkena kutukan jomblo haha, hina rasanya membayangkan sekumpulan wanita jomblo yang selalu membicarakan kerjaan kuliah atau organisasi. Tapi nggak papa kami masih punya alasan untuk memikirkan sesuatu. Meskipun jomblo. Huahaha

Setidaknya kami cukup terhormat menjadi jomblo karena setiap malam minggu nggak pernah sendirian. Sebab, deadline kantor masih menunggu meskipun saat weekend. Kalaupun seusai layout malam minggu kami nggak pernah galau, karena ada mas-mas pujas yang masih setia memberikan kita makan. Kalau nggak gitu ya kita ngerumpi hore di mbah jenggot samping kantor kami (meskipun harus menunggu tanggal muda dulu)

Entahlah waktu 8 bulan yang menurutku cukup lama terasa sebentar. Meskipun mungkin waktu 8 bulan memang bukan waktu yang lama untuk bisa mendalami semua ilmu disana, tapi dengan sejumput kecil pengalaman berhargaku disana bisa membukakan aku menjumput pengalaman-pengalaman lainnya di dunia baru.

Semoga kalian yang disana tetap keren, gila, dan jomblo seperti dulu :’))

usai final DBL 2013 East Java Series North Region

syukuran bareng papa tercinta :’))

suasana kantor yang menyenangkan hihi :’*

terimakasih ya untuk bekalnya :”)

3

Catatan kecil itu perlu.

Notes

Sebelum menulis blog ini aku cukup sering kecipratan ide ide nulis blog waktu di tengah jalan, tapi gara-gara kondisi ingatanku yang mirip jajan pasar alias nggak tahan lama akhirnya idenya cuman menguap deh di atas kepala. Tapi meskipun nggak ada ide tetep bisa nulis blog ini sih, eh tapi ini kan termasuk ide (halah mbulet).

Jadi gini ceritanya gara-gara ide yang sering nguap itu aku berinisiatif beli notes kecil, sebelumnya notesku gede-gede kayak buku tulis gitu, (maklum buat nyoret-nyoet tugas kantor) nah giliran di tengah jalan ada ide aku langsung ngelurain notesku dan nulis, cuman kok nggak efektif ya di tengah jalan ubek-ubek tas cari bolpoin. Akhirnya aku berpindah ke notes hape, cukup simple sih cuman penuh resiko.

soalnya menurut pengalamanku aku ketika berhenti di tengah jalan aku kecetus ide buru-buru ngelurain hape eh hapenya jatuh dan mecotot bak mozaik yang harus di rangkai.

Sampil pasang wajah panik imut aku langsung turun dari motor dan mengambil batrai, hape dan kartu memori kemudaian sambil melihat timer lampu merah aku cepet-cepet nyusun tuh hape sampe hidup dan wataaaa~~ tadi ideku apa ya. sambil di liatin orang di jalan  aku cuman bisa nutup kaca helm dengan wajah malu.

Balik lagi ke notes, ternyata notes kecil juga nggak efektif yang efektif itu kalau kita lagi dibonceng pacar terus kecetus ide pasti nggak bingung nulisnya gimana, tapi ngomongin pacar kayaknya nggak berlaku buatku *sobekin notes penuh dramatis*

2

ini suratku untuk dedek Takita

Siang takita… kakak sudah baca surat takita nih..

Kakak salut sama takita yang punya cita-cita yang keren dan positif

sangat pas sekali untuk jaman sekarang yang pasti orang tua kurang sekali menjadikan budaya cerita di dalam keluarganya..

Tidak hanya di jaman sekarang sih.. jaman kakak kecil juga orang tua kakak tidak pernah menceritakan dongeng ke kakak.. hiks.. orang tua kakak sukanya membelikan buku cerita saja dan kakak yang membacanya sambil latihan membaca juga.. kadang kalau kakak kurang paham maksudnya baru kakak bertanya pada ibu dan ayah.

kakak biasanya mendengarkan dongeng dari guru ngaji kakak.. seru deh biasanya di hari jumat tempat kakak mengaji pasti ada sesi untuk bercerita/berdongeng biasanya guru ngaji kakak suka menceritakan tetang kisah abu nawas.. atau bahkan cerita nabi dan para sahabatnya. wuh.. tidak hanya kakak semua teman-teman kakak sangat menantikan saat bercerita itu..

Teman kakak ada yang suka bolos ngaji tapi saat hari jumat dia pasti masuk hihihi begitu serunya sampai satu ruangan tidak ada yang ramai.. dan yang paling seru saat guru ngaji kakak bilang ”lalu apa yaa yang terjadi…” kita begitu menebak-nebak kelanjutannya hihi seru…

Selain dari guru ngaji kakak bisanya juga mendengarkan cerita di TV dulu masih sering tuh acara TV yang ada boneka tangan, kakak lupa nama acaranya.. yang kakak ingat itu boneka unyil dan boneka susan. Ah ada lagi dulu saat kakak SD juga ada telpon dongeng si poncil, biasanya kakak juga suka dengar cerita lewat si poncil hihihi.. tidak hanya kakak tapi rata-rata teman kakak juga suka dengar telpon dari si poncil.

Saat itu meski orang tua kakak gak pernah mendongengin, kakak masih bisa mendengar cerita dari media TV, radio, guru ngaji, atau dari Guru sekolah..

Oh ya biasanya kalau guru ngaji kakak belum selesai menceritakan karena jamnya sudah habis kakak pulang kerumah dengan hati penasaran banget. Sampainya dirumah kakak langsung bertanya ke ayah dan ibu kakak bagaimana kelanjutan ceritanya.. dan orang tua kakak akan melanjutkan cerita yang sempat terpotong itu.. jadi biasanya orang tua kakak akan menceritakan dongeng saat kakak yang meminta. Kalau kakak gak minta mereka juga gak akan cerita 😥

Meski orang tua kakak jarang/tidak pernah menceritakan dongeng ke kakak tapi kakak selalu menceritakan semua kegiatan kakak ke ibu dan ayah kakak..

Tiap pulang sekolah kakak selalu menceritakan apapun yang bisa kakak ceritakan dari pelajaran atau kejadian-kejadian lucu di kelas kakak.. hihihi

Kakak dukung takita banget deh di jaman sekarang yang acara TV sudah di dominasi oleh Sinetron dan jarang juga ada pencerita seperti guru ngaji kakak. Siapa lagi kalau bukan orang tua yang memberikan cerita cerita yang kaya akan nilai positif.

Makasih ya takita atas suratnya.. semoga banyak orang tua yang sadar akan besarnya kekuatan bercerita..

peluk cium dari kakak untuk takita

1

Berkelana ke Dunia PerTwitteran

haloo blogku lama tak celoteh disini. karena beberapa kendala seperi kesibukan di dunia nyata hehehe *apasih tapi bisa ngetwit* jarang hoy jarang ngetwit! yasudah kita sudahi perdebatan ini.

beberapa hari lalu dapet ide buat bikin postingan di blog, tapi.. tapi.. ilang sebelum di tuangkan kedalam tinta elektronik ini. betapa sedihnya 😦 akhir-akhir ini aku sedang getol menyelesaikan beberapa tugas dari kampus baruku, dan menyelesaikan drama korea yang belum tuntas aku lihat. sampai akhirnya jarang online di beberapa socmed seperti facebook dan twitter dua socmed yang paling sering aku buka, paling update twit trus ngilang hihihi. ya karena dunia nyata sedang saya nikmati hehe.

twitter

twitter

Ngomong-ngomong sama twitter aku ini penghuni lama twitter loh, mulai sekitar tahun 2009 lah aku gabung di twitter,  saat itu aku yang baru transmigrasi dari friendster ke facebook atau dalam garis besar “Facebook lagi boomingnya”. aku denger socmed twitter itu dari salah satu stasiun radio secara aku dulu addict banget sama radio

 waktu itu penyiarnya bilang “aku lagi belajar maenin media sosial twiiter nih”

trus penyiar lainnya tanya “apa tuh twitter?  baru denger”

“itu media sosial baru, makenya masih sulit”

jreng..jreng.. dari situ aku ikut penasaran gimana susahnya sih? palingan juga gak jauh-jauh dari friendster sama facebook .

dan ternyata sodarah..sodarah..

makenya bener-bener sulit beda dari facebook, aku yang pertama gabung celingak-celinguk ini makenya gimana sik? dan keluarlah status pertama “Bingung” hahaha. besoknya laporan ke temen sekelas.

“ada yang bisa maenan twitter gak?”

secara temenku yang notabennya masih pake “Friendster dan Facebook” bilang

“opo maneh iku twitter, gak ngerti aku”

(catatan : semoga pembaca mengerti respon teman saya yang baru saja saya tulis) akhirnya socmed twitter pun terbengkalai karena facebook lebih mudah cyiin.. seiring berjalannya waktu teman facebook atau kakak kelasku @toyajafa upadate status fb yang intinya dia nyaman pake twitter mulailah saya nyamber minta usernamenya nah dari situ aku belajar. aku belajar dgn melihat dan melihat ke aktifan para pengguna twitter yang aku follow, waktu itu masih menjamurnya yang namanya RT abuser hahha, aku belajar hanya berdasarkan otodidak tanpa ada materinya dan kebetulan oarang yang aku follow itu ya orang yang “SESAT” hehehe jadi ketularan sesat cantik :p aku jawabin mention pake RT beruntun.. jadi setiap obrolan keliatan di timeline dari omongan sederhana samapai pribadi, kadang maki-makian yang mengaggu aku menulis ini karena pernah merasaknya juga hihihi. bener emang! kita harus pintar memilih lingkungan yang bagus untuk mendapatkan dampak yang bagus juga, lingkungan twitter juga termasuk loh yah. dari pemakaian RT beruntun itu jadi gak bisa yang namanya selingkuh ehem..!  soalnya mereka gak kenal yang namanya DM, pinginnya ya emang keliatan eksis jadi obrolan segimanapun  terpublish jadi kalo mau ehem! ya ketauan si mata-mata dong *ketipketip*. akhirnya setelah lama kelamaan temenan sama twiiter aku nemu titik terang.. bisa dibilang jalan kebenaran lah. aku mulai mengundurkan diri dari pemakaian RT beruntun jadi aku pakai sesuai dengan STANDART TWITTER INTERNASIONAL bukan yang nasional loh ya..!! kebanyakan pengguna twiiter di indonesia bales mentionnya pake RT sik, dan aku menemukan sesuatu yang lain lagi dari yang namanya socmed twitter ini, ternyata twitter itu manfaatnya gede loh gak sekedar buat cari temen aja, cari komunitas juga ada contohnya @kopadarSurabaya @FreShSby dan banyak lagi. manfaatnya gak itu aja, di twitter juga banyak akun-akun yang menghibur contohnya @Poconggg dengan popularitasnya yang melambung di dunia pertwitteran Indonesia, kabar yang paling hot dari si poconggg lucu ini tentang terungkapnya identitas aslinya sampai pak @bukik ikut menuangkannya dalam tinta elektronik di blognya dan banyak lagi kok akun yang menghibuar, ada lagi yang doyan galau? ada akun yang isinya penggalauan tapi galaunya dikemasan secara unik, yang penting kita pinter-pinter follow akun yang bermanfaat buat kita sendiri. twitter itu secara informasi cuepet loh daripada socmed yang lain karena banyak akun yang informatif banget seperti @detikcom dan kalo urusan gadget ada nih @idgeeks .

pokonya twitter itu informatif banget dari segi apaun. ya tapi jangan lupa dengan kehidupan nyata, ntar kalo udah kegandrungan di dunia maya lupa deh sama yang disekitar. hiihii yah sekian dulu deh pengetahuan yang aku daper dari social media twitter.

salam ima anak pingitan :p

6

#KadoMerdeka Untuk Indonesia Dan Pelajar Putus Sekolah

Upacara bendera sekolah

Sudah dua tahun ini aku putus sekolah.. bukan karena aku malas sekolah atau aku bodoh, secara akademis aku cukup lumayan walau hanya mendapat peringkat 15 besar dari 36 peringkat di kelas. Tapi karena keterbatasan ekonomi yang harus aku akui miskin.

Aku adalah satu-satunya anak laki-laki dari 3 bersaudara, kakak perempuanku putus sekolah juga sama sepertiku, dan adikku masih kelas 5 SD

Meskipun indonesia telah merdeka, tapi aku sebagai bangsa indonesia belum merdeka dalam berpendidikan. Ada banyak hal yang ingin aku pelajari lagi di lingkungan Sekolah Menengah Atas.

Saat ibu bilang “Ahmat, ibu dan ayah tidak bisa menyekolahkanmu lagi, kami tidak sanggup membiayai sekolahmu”

Hatiku bagaikan tekoyak koyak rasanya. Melihat teman-temanku yang bingung memilih sekolah dan berbahagia akan memeakai baju baru, tas baru dan semua serba baru. Dan aku hanya bisa mengais riski membantu ayah, ibu, kakak untuk melunasi hutang dan biaya kehidupan sehari-hari. Di rumah kami hanya rini yang bersekolah dia masih SD dan aku berharap dia bisa meneruskan pendidikannya setinggi mungkin seperti halnya cita-citanya ingin menjadi guru.

Sudah 3 hari aku mogok bicara, aku marah kepada ayah dan ibu! Ini adalah kewajiban mereka menyekolahkanku! Untuk apa melahirkanku kalau hanya di peras tenaganya untuk melunasi hutang mereka! Pikiran setan itu menggerogotiku selama dua minggu. Suatu malam aku mendengarkan ibu berdoa sambil menangis saat shalat tahajud

“maafkan aku ya Allah. aku tidak bisa mensejahterakan keinginan anakku lagi untuk bersekolah, betapa sangat ingin aku memasukan ia ke Sekolah lagi. Tapi apa daya sekolah sangat mahal dan hambamu yang nista ini tak sanggup tuk membayarnya, maafkan ibu dan ayah nak. Ampuni hambamu ini ya Allah”

Saat itu aku sontak ikut menangis betapa jahatnya aku memaki orang tuaku, Aku merasa bersalah teramat sangat kepada orang tuaku. Sejak hari itu aku pergi mencari kerja, dan alhamdulilah aku diterima sebagai buruh kuli angkut toko peralatan bangunan di tempat ayah bekerja bekerja.

Dengan tamatan SMP aku bekerja se adanya dan menerima keadaan ini secara ikhlas. Aku menjauhkan diri dari teman-teman sebayaku, aku malu dan iri pada mereka!

Suatu saat ada teman SMA kakak kerumah, dia terus bertanya kenapa kakakku tidak sekolah lagi? Dan itu membuat kakakku merasa kikuk menjawabnya.

Kakakku lebih tinggi pendidikannya dibanding aku dia putus sekolah saat SMA kelas dua, karena waktu itu kami harus meninggalkan rumah mantan bos ayah. Keluargaku dulu tinggal dirumah bos ayahku. Karena bos ayah meninggal kami pun juga angkat kaki dari rumah beliau, sejak itu keuangan keluarga kami merosot tajam sehingga kakak harus putus sekolah dan membantu ibu dan ayah. Kadang aku ingin menangis melihat keinginan kakak bersekolah sama halnya denganku.

Negeri ini memang kejam! INDONESIA sudah merdeka. Tapi kami?? Tetap dijajah oleh perekonomian!

Dua tahun sudah aku bekerja, dan kesempatan emas itu datang padaku! Aku melihat iklan diTV bahwasanya ada sekolahan gartis dengan kualitas bagus dan siap meluluskan murid siap kerja. “SMK” kata artis iklan itu, sangat asing ditelingaku! SMK sekolah apa itu? Aku langsung pergi ke rumah temanku untuk bertanya-tanya tentang sekolah asing itu. dan temanku banyak memberi masukan sehingga aku termotivasi untuk sekolah lagi. Aku pulang sambil membawa sebukit harapan di izikan sekolah, dan Allah memang baik. Aku di izinkan sekolah tapi ayah dan ibu angkat tangan dalam hal biaya persekolahan karena mereka masih mengurusi rini adik perempuanku. Dengan modal nekat aku daftar sendiri dan mengurusi semua sendiri! Untuk beberapa kemungkinan ada biaya-biaya tak terduga aku sekolah sambil bekerja. benar-benar ajaib di zaman yang serba berbayar ini ada yang gratis! Buku-buku bisa aku pinjam di perpustakaan, Hanya seragam saja yang tak gratis, dengan bantuan teman-temanku yang peduli padaku mereka memberikan celana SMA bekasnya. Dan bukan main “PAS!”. Baju seragam, aku pakai bekas kakakku yang masih bagus. Betapa pemurahnya tuhan padaku dan seberapa mulianya negeri ini di tengan keputus asaanku sekolah munculah keajaiban. Meski banyak tudingan koruptor di dalam pemerintahan indonesia ini tapi aku yakin tidak semua dari mereka se picik itu. Berkat mereka juga yang mengadakan BOS aku dan beberapa teman yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah.

Kadang aku sedih melihat beberapa temanku yang orang tuanya masih mau membiayai sekolah tapi mereka putus sekolah karena “MALAS” sungguh orang yang sangat merugi! Aku percaya banyak beasiswa dimana-mana asal aku mau dan berusaha mendapatkannya.

Kini hari ini ! aku akan melaksanakan upacara 17 Agustus di sekolahku yang baru, tidak di tahun sebelumnya aku melaksanakan upacara 17 Agustus di depan televisi melihat para prajurit paskibra di istana negara mengibarkan baendera, ahh betapa aku ingin juga seperti mereka! Dan aku ! Ahmat sekarang dengan harapan baru dan optimisme baru! Siap menjadi pahlawan di keluargaku! Terima kasih Indonesiaku kini bukan kau saja yang merdeka! Aku juga sudah MERDEKA mendapatkan pendidikan yang sama dengan teman-temanku. Terima kasih pahlawanku yang mengusir penjajah kini semua suku, dan semua kelas-kelas sosial bisa bersekolah. Dan aku pun sama dengan kalian menjadi PAHLAWAN dalam diriku memerangi rasa putus asa karena tak bisa bersekolah dahwa selalu ada jalan kalau aku mau mencari dan berusaha.

SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIAKU.

-selamat merayakan kemerdekaan indonesia-

iimaimee 🙂

terispirasi post pak bukik

gambar minjem disini

8

Hiduplah Dengan Cara Yang Sederhana

Sederhana? Sesederhana apa sih???

Saya sering menjumpai masalah yang penyelesaiannya sangat sederhana. Kadang ketika kita tertimpa masalah atau musibah dan sulit mencari jalan keluar. sebenarnya masalah itu mudah di atasi tetapi kadang orang yang tertimpa masalah itu sendiri malah membuatnya semakin sulit diatasi. Saya sempat atau sering menglami masalah yang biasa tapi seolah besar.

Ketika itu saya sedang curhat ke teman saya

“aku kepikiran nih ampe gak bisa tidur” kemudian teman saya menjawab dengan santai “ya gak udah dipikir”

-________________-  grrrrrrrrr rasanya nyesel tanya ke dia !

Tapi secara logika “ya iya juga sih” tetapi dalam prakteknya sendiri susah karena saya terlalu menuruti emosi. Kapan hari saya melihat talk show pak mario teguh di saat itu ada salah satu penonton bertanya “bagaimana caranya supaya tidak membenci?” kemudian pak mario pun menjawab “ya jangan di benci” -___- sederhana sekali padahal pertanyaan itu amat menyulitkan hidup, tapi memang begitu seseorang akan menggebu-gebu ketika orang yang di mintai pendapat ikut merasakan tanggunganya.

Banyak bebarapa ulama mengatakan “allah menurunkan cobaan atau masalah beserta penyelesaiannya, tapi tergantung manusia itu sendiri bagaimana mecari penyelesaiannya itu” yah kurang lebih begitulah..

Orang jaman sekarang jarang yang namanya senyum pas menghadapi masalah malah cenderung marah atau sedih .. yahh aku juga begitu sih.. heehehe

Tapi percayalah masalah membantumu menjadi bijak dalam mengadapi masalah yang lebih besar natinya.. itupun kalo kamu mau mencari jalan keluarnya..