Pada Suatu Malam

image

Terbangun kamu dari mimpi buruk tengah malam, mendapati mata yang becek dan suara kipas angin tua yang memecah keheningan.
Kau cari tisyu, selimut atau apapun yang bisa menyeka air matamu yang tidak bisa berhenti saat itu juga.

Kamu mulai dihantui lagi oleh sosoknya yang bahkan seperti tak punya hati memintamu memikirkan sendiri masalahnya.

Kamu mulai dihantui lagi oleh kenang-kenangan pahit yang dia rajut sangat rapi saat dia menciptakan jarak.

Kamu mulai di hantui lagi kegelisahan yang akan membuyarkan usahamu memahami dia lebih baik.

Kadang kamu berfikir untuk singgah dirumah orang lain, menangis sejadi-jadinya, kemudian pergi begitu saja.

Kadang kamu ingin pergi jauh dan berharap semesta menelanmu bersama pil pahit yang kamu alami.

Tak ada bahagia yang kekal. Semua berubah-ubah, bahkan bisa saja hilang, bahagiamu tak terkecuali.

Kamu sadar ini bukan pertama kalinya kamu menangisi sosoknya, meminta kepastian darinya, dan ingin angkat kaki dari rumahnya. Tapi hati kecilmu meminta pada sebagian egomu yang masih mendambanya untuk singgah sebentar siapa tahu dia akan pulang, dan berubah.

Akan tetapi hati kecilmu tak bisa berbohong, dia lelah akan semua yang sudah kamu ketahui akan sia-sia .
Kamu mengasihaninya karena begitu keras kepala mencinta sosok yang bahkan lebih kejam dari bagian hidupnya yang lain.

Kenangan pahit itu selalu datang setiap malam, memintamu memikirkan masa depan, memikirkan kebenaran, dan memikirkan kebaikan.

Kenangan pahit itu selalu datang setiap malam, menagih keadilan yang sudah kamu bayarkan dengan usaha menunggunya setiap malam, seperti malam ini.

Kenangan pahit itu selalu datang setiap malam, memaksamu berhenti memikirkan kebahagiaan bersamanya atas nama realitas.

Kenangan pahit itu selalu datang setiap malam, menuntut bayaran atas apa yang kamu lakukan untuk selalu ada untuknya.

Kenangan pahit itu selalu datang setiap malam, membawa tumpukan bukti agar hati kecilmu menyerah pada kebenaran yang sesuangguhnya, dan menggoyahkan keyakinanmu untuk tetap bersamanya.

Kenangan pahit itu selalu datang menertawakan, atau menangisimu karena begitu keras kepala. Bahkan terlalu keras kepala menjadi wanita yang bodoh di depannya. Iya, di depan dia yang tak pernah menganggapmu ada sebagai anugerah tuhan.

Kamu ingin dia menganggapmu sebagai rumahnya, atau ‘kita’ yang kau sebut adalah rumah kalian berdua, namun pedih kamu dapati hanya dianggap sebagai kontrakan -rumah sementara yang akan dia tinggalkan sewaktu-waktu-. Mungkin dia masih singgah karena memang dia masih punya urusah dengan hatimu.

Betapa kamu selalu mendoakan yang terbaik untukmu tanpa dia kepada tuhan, betapa kamu selalu mendoakan agar tidak ada kegagalan untuk kesekian kalinya.

Namun bayangan buruk yang selalu datang setiap malam seperti hantu sirna seketika saat dia datang dan memintamu tinggal atas nama ‘kita bisa perbaiki semua’.

Pikirkan lagi bayangan itu akan menggerogoti semua saat tengah malam tiba bersama air mata dan keheningan malam yang pecah karena suara kipas angin tua setiap harinya.

Aku adalah mimpi burukmu yang diciptakan olehnya untuk menagih keadilan.

Mimpi buruk – 1 Desember

Terinspirasi dari surat yang tak pernah sampai karya dee lestari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s