Bab akhir

Bacalah saat kamu sudah tidak lagi mengingatku.

Ini fase dimana semesta sekali lagi memintaku lebih sabar, dan lebih banyak belajar sendirian.

Mungkin sudah habis masa dimana kita belajar bersama akan hal hal ya remeh temeh atau yang besar sekalipun.

Aku sekarang mulai mengerti alasan kenapa kita dipertemukan, ya untuk saling belajar satu sama lain. Tapi maaf mungkin aku yang lebih egois disini aku hanya belajar banyak darimu. Tentang bagaimana harus kuat dan semangat ketika dalam keadaan seburuk apapun.

Aku berusaha sebaik yang aku bisa bahkan saat aku dalam keadaan tidak baik-baik saja. Karena aku mencoba berusaha untuk selalu ada saat kau lelah dan butuh teman berbagi beban.

Namun maaf sekali lagi atas keegoisanku, aku bukan orang yang pandai mengendalikan emosi aku hanya bisa menutupinya dengan berpura-pura. Tapi percayalah semarahnya aku, ketika kamu berduka aku yang paling bersalah. Meski tidak bisa menghapus sesal aku punya segudang pelukan untuk menenangkanmu, atau tepukan pundak yang aku harap bisa membangun kembali kuatmu.

Tak hanya itu, aku belajar banyak darimu bagaimana ketika janji harus tetap ditepati. Dan bagiamana memahami perasaan laki-laki. Yah aku minta maaf karena aku sudah lupa bagaimana cara menepati janji saat itu juga, jadi tuntun aku karena aku ingin belajar lagi.

Kita tidak hanya belajar saja karena seperti katamu belajar itu membosankan, jadi kita kadang menertawakan hal-hal yang bahkan ketika orang lain lihat tidak lucu. Tapi kamu tau, kamu mengajarkan dan mengingatkan kembali akan hal-hal yang sudah aku lupakan.. Menikmati kebahagiaan bersama lebih nikmat daripada menikmatinya sendirian. Lucu ya, menurutku itu keren.

Aku sudah banyak lupa bagaimana rasanya duduk dan ngobrol berjamjam dengan orang yang disuaki itu sangat mengasikan. Kadang sesekali aku menyebalkan atau kamu yang menyebalkan dan berakhir dengan perdebatan, saling diam dan pelukan lagi.

Aku tidak ingin terlalu diprioritaskan olehmu karena aku tau kamu masih punya mimpi yang belum bisa tergapai satu-satu. Jadi aku hanya sekedar meminta untuk diingat dalam jeda kesibukanmu. Dan saat mimpimu kembali sulit diraih aku hanya menunggumu sampai kamu siap berbagi.

Tapi kamu tau, ketika aku juga sedang dalam keadaan duka aku juga butuh seseorang untuk menenangkanku bukan mendebatku. Maaf sekali lagi atas nama keegoisanku yang tidak patut menuntut apapun darimu.

Ketika aku terlalu asik dan terlalu banyak inginnya aku lupa kertas dalam buku ini akan habis bahkan terlalu banyak hal membahagiakan hingga aku lupa menyisipkan cerita perpisahan di bagian akhir ini. Mungkin bagimu itu epic, cerita yang menggantung itu epic. Tapi tidak menurutku.

Namun semesta sudah tidak memberikan toleransi selembar halaman kosong untuk kuceritakan bagaimana akhir dari pertemuan takdir ini. Maka akan kututup buku ini dengan doa.
Aku hanya merasa bangga sempat diperlakukan istimewa oleh seorang laki-laki yang bahkan aku tak punya hak atas dirinya.
Terimakasih sudah banyak mengajariku tentang arti sebuah kesabaran.

Jika kamu masih mengingatku percayalah ini semua hanya fiksi.

Untukmu november yang lebih dari suka cita. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s