Pada Awalnya

Selalu ada cerita disetiap derita, mendengarkan keluh kesah tampaknya lebih nikmat daripada ikut merasakannya. Beberapa hari ini kita lebih intens untuk berbagi keluh kesah, entah itu aku ataupun kamu. Tampaknya kamu orang yang baik, dan teman menghabiskan waktu senggang yang menyenangkan.

Antara tak mau tahu atau tak pernah tahu, aku selalu masa bodoh dengan orang yang diam diam suka. Ketika suatu kebiasaan berkeluh kesah menjebak kita dalam sebuah zona keterbiasaan. Jujur aku selalu berharap sedikitpun jangan pernah menyukaiku, dan aku juga berharap tidak menyukaimu, yang jelas kamu teman berbagi yang baik. *friendzone alert*

Sampai suatu dimana keterbiasaan berkeluh kesah ini berubah menjadi sebuah bencana buatku. Yah, keterbiasaan yang berubah menjadi perhatian dan ketergantungan ini seperti heroin yang memaksa disuntukan kedalam tubuh. Saran yang harusnya meneduhkan hati berubah menjadi membungakan hati, sebagaimanapun aku menahan, semesta tampaknya tahu bagaimana membuatku mulai menyukaimu.

Ketika kau datang menuntut kepastian dan mengancam pergi itu seperti boomerang bagiku, ketika kamu menyatakan suka, entah seperti ada petir datang namun diselingi dengan rasa bahagia, resah, dan sedih. karena seperti peramal amatir, aku melihat akan ada hal besar menunggu kita di ujung. Entah itu apa..

Doaku, semoga saja aku salah, dan semoga kita selalu selamat.

NB : sering baca blognya falen jadinya kena virus nulis beginan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s