0

Di Antara Kita

“Karena setiap kali aku merindukanmu, aku harus lekas pulang pada rumahku, menumbangkan harapan, atas nama tahu diri.” Suka sekali bagian ini.

Falen Pratama

tumblr_mdn9cq8ZcE1rpwekoo1_1280

source: tumblr

Saat malam masih rendah, aku bersembunyi dari lomba lari yang diselenggarakan debar jantung.
Sebab, aku ingin menceritakan sebuah hal tentang kamu dan rasa-rasa yang menjadi frasa atas ketegangan tiap nadi yang berdenyut untuk cahaya senyummu.

Engkau, pada mulanya seperti sebuah pelangi, dan aku seorang penerjemah payah yang tuna netra. Aku mencoba memahamimu dengan semua kemampuanku memahami warna tanpa harus lancang menikmati keindahanmu. Dan, entah pada hari apa, dan entah kenapa aku merasa sebuah jarak ganjil antara kita lewat ketinggianmu yang tak bisa kuraih.

Aku pernah membayangkan kita menikmati pemandangan bahagia dari sayap semesta tanpa harus bersama. Karena setiap kali aku merindukanmu, aku harus lekas pulang pada rumahku, menumbangkan harapan, atas nama tahu diri.

Pada akhirnya, kau hanya harus tau sebuah hal tentang aku; seseorang yang mengangankanmu menginginkanku. Sebelum luka tercipta di antara kita lewat waktu, mungkin ada baiknya aku berdoa saja untuk cahaya senyummu lalu pergi.

… Karena malam telah meninggi dan denyut jantungku perlahan berhenti.

Bertukar flash…

Lihat pos aslinya 13 kata lagi

Iklan
0

ICU

kamu tahu kita ini seperti diambang hidup dan mati, maksudku tidak senyata itu hanya analogi.

ya, ibarat orang sakit perjalanan ini seperti pasien ICU yang sudah tidak dapat diajak bicara atau mungkin hanya sanggup mendengar saja, hanya bisa ditunggu dalam sedan dan didoakan setiap harinya berharap akan muncul keajaiban segera, ya karena biaya ICU mahal.

Mungkin kamu penasaran bagaimana aku sefasih ini? hm tahu kamu aku juga pernah merasakan bagaimana pahitnya menunggu seseorang bangun dari tidur panjangnya.

dan ini semua tidak lebih seperti itu, tidur panjang.. mungkin hanya terdengar sayup sayup setiap doa yang dimunajatkan agar diberikan jalan yang terbaik dari tuhan entah itu harus berujung duka. Kala semua ini selamat aku sangat bersyukur, namun kala selamat itu sangat membebani dan menyiksamu sungguh lebih baik tuhan mengambil semuanya, meskipun sangat berat tapi percayalah aku siap.